Kamis, 31 Mei 2012
Me & blue sea w/ white sands :)
Label:
My ADV-
Lokasi: Indonesia
Tumpaan, Indonesia
Senin, 28 Mei 2012
SANG PENGEJAR SCL (2)
...
Saat jam kuliah
berakhir, sahabat-sahabatnya menunggu dirinya, namun dia sudah punya rencana
sendiri untuk hari ini. Tak lama ia keluar dari kelas, seorang gadis menatap
lembut wajahnya yang seakan kaku hari ini, ia keluar tanpa memperhatikan gadis
itu yang sudah sejak tadi menunggunya. Beberapa saat kemudian, dia kembali
untuk mengajak sang gadis untuk ikut dengannya, sang gadis yang saat itu seakan
masih “terhipnotis” dengan ajakannya, langsung saja mengikuti.
..
Di dalam mobil, dia
dan sang gadis hanya saling diam tak ada kata-kata yang keluar dari keduanya,
sang gadis hanya sibuk dengan sebuah buku dan dia sibuk memperhatikan jalanan.
Terlihat begitu aneh, tapi entalah. Dalam perjalanan sang gadis belum mengetahui kemana
tujuan mereka, sampai tiba di depan sebuah toko buku yang cukup besar, dengan
begitu banyak buku yang menarik.
Ternyata dia mengajak sang gadis untuk menemaninya untuk memilih
beberapa buku yang bagus, menarik dan tentunya yang akan d igunakan saat
kuliah. Mereka yang awalnya saling diam kini mulai mengangkat suara, bahkan
lebih dari yang dapat dibayangkan. Mereka saling memberi pendapat tentang
buku-buku yang mereka pilih, baik kelebihan dan kekurangan buku tersebut.
Keduanya seakan sangat paham dengan buku-buku yang ada disitu. Sudah berjam-jam mereka berada di toko buku
tersebut namun mereka masih seakan tak mau beranjak dari sana. Terlalu asik
membaca beberapa buku disana, sambil memilih mana yang harus di beli. Setelah
itu dia mengajak sang gadis untuk menemaninya makan direstoran sebuah mall, ..
sambil menunggu pesanan mereka, dia memulai diskusi ringan dengan sang gadis,
yang akhirnya mengantar mereka untuk membicarakan banyak hal tentang
perkuliahan, buku bahkan tentang bagaimana agar bisa mendapatSCL. Sang gadis terlihat begitu antusias mendengar dan dia
begitu serius bercerita.
..
Pagi itu, terlihat dia menaiki tangga dengan gagah dan begitu bersemangat
dan tak lupa ransel berwarna abu-abu yang setia menemani harinya, yang sudah
pasti dipenuhi dengan buku-buku untuk dibaca hari ini. Tepat saja baru beberapa
menit dia tiba, dia sudah mengambil sebuah buku dari dalam tasnya, membaca
dengan seksama dan penuh perhatian. Seakan terbuai dengan buku yang tampak baru
saja dibelinya. Terlalu membosankan bagi teman-temannya,
melakukan hal-hal seperti yang dia lakukan setiap hari.
..
Kali ini tak ada
dosen yang masuk untuk memberikan kuliah, dia kemudian memutuskan untuk masuk
ke perpustakaan kampus yang ruangannya begitu nyaman berkat pendingin ruangan
yang ada di sana. Dia kemudian memilih beberapa buku yang akan dia baca, fbuku dan
buku epidemiologi yang sepertinya akan menjadi bahan bacaannya pagi ini. Dia terlihat
menikmati walaupun pagi ini perpustakaan tak sesepi biasanya, bagitu banyak
orang disini, anak-anak dari kelas yang lain sedang membuat tugas sebuah mata
kuliah. Seorang teman datang menghampirinya, dan mengajaknya untuk ke kantin,
dan seperti biasanya sang pengejar SCL hanya memberikan senyum simpulnya . dia
tak ikut ke kantin dengan temannya, dia bahkan kembali mengambil beberapa buku
untuk di baca, buku yag diambil pun terlihat cukup berat untuk di baca, bukan
karena ukuran bukunya tapi karena itu adalah buku teks dengan bahasa inggris. Namun,
jangan mengatakannya sebagai pengejar SCL jika dia tak mampu membaca dan
mengerti buku tersebut..
...
Sang pengejar SCL mendapat
kelompok yang sama dengan sang gadis yang juga sepertinya punya tujuan yang
sama yaitu mengejar SCL. Mereka berdua adalah “duet” yang luar biasa dihadapan
teman-teman mereka. Tipe yang banyak diam, murah hati dan tentunya “berisi” .
...
TO BE CONTINUE ..
SANG PENGEJAR SCL
Pagi itu dia terlihat
sibuk dengan notebook, beberapa text book yang berjubel didepannya, terihat
terbuai dengan apa yang ada di hadapnya. “Heii..” sapa sang sahabat dengan
begitu bersemangat, namun hanya dibalas dengan senyum tipis yang menyungging
dari bibir tipisnya. Sesekali mengetik
apa yang ada dalam text book, dan sesekali browsing, hal yang mungkin membuat
orang lain bosan, tapi dia sungguh menikmatinya.
..
Jam pertama kuliah
dimulai,
Semangatnya pagi ini
dia menyiapkan diri dengan sangat baik untuk kuliah hari ini, walaupun bukan
dia yang akan maju untuk presentasi, beberapa textbook menjadi referensinya. Beberapa menit kemudian diskusi dimulai, dan sang dosen
pun memulai penjelasannya untuk mengawali diskusi pagi ini.
Kelompok penyaji pun memulai presentasinya, kurang lebih 10menit presentasi
selesai, diskusi pun dimulai, seperti
biasa diawali dengan sedikit ‘bacotan’ dari sang moderator dan kesempatan
meberikan pertanyaan, kritik, dan saran pun dimulai. Pertanyaan demi pertanyaan disampaikan oleh
kelompok yang menjadi audience . tapi dia masih tetap diam, seakan menunggu
waktu yang tepat untuk berargumen. Selang beberapa menit kelompok penyaji mulai
menjawab dan memberi tanggapan atas pertanyaan serta saran yang diberikan.
Humm.. tiba di sebuah pertanyaan yang diberikan oleh seorang teman, jawaban
yang diberikan kelompok seakan tak menjawab apapun, dan diskusi alot pun di
mulai. beberapa teman mulai berargumen, dan dia seakan menemukan waktu yang
tepat untuk berdiri, semua yang ada di situ langsung terdiam menunggu apa yang
akan dia sampaikan.. kelas pun hening sejenak, mendengar apa
yang dia katakan. Hanya beberapa menit dan kelas kembali dengan keramaian yang
tak semestinya. Kelompok penyaji pun
kembali memberi sanggahan atas tanggapan yang diberikannya, tapi masih juga tak
menjawab apa yang menjadi pertanyaan seharusnya. Diskusi ditutup dengan
“ocehan” dosen yang membosankan menurutnya, sebab tak menjawab apapun, hanya
menambah kebingungan dari seluruh penghuni kelas pagi ini.
..
Waktu istirahat, dia
hanya duduk dan kembali menyibukan diri dengan sebuah buku di tangannya. Entah
apa yang ada dibenaknya sampai saat ini. Keributan di kelas seakan tak mampu
mebuatnya meninggalkan apa yang sedang dia lakukan. Berbicara pun hanya
sesekali, dan untuk sesuatu yang penting saja.
Dipikirannya hanya
tertuju pada 1 hal: berdiri di depan dengan bangga karena berkualitas. Haha
mungkin terlalu terdengar aneh bagi yang lain, tapi bagi dia itu seakan menjadi
tujuan akhir dan sebuah keharusan.
TO BE CONTINUE ...
Jumat, 04 Mei 2012
Selasa, 24 April 2012
Kamis, 15 Maret 2012
ATRIBUT SURVEILANS EPIDEMIOLOGI “ACCEPTABILITY”
Acceptability (Dapat diterima/Penerimaan)
To what extent are participants in a surveillance system enthusiastic about the system? Does their effort yield information that is useful to them? Does the public support allowing public health agencies access to personal health information for surveillance purposes?
Sejauh mana partisipan dalam sistem surveilans antusias terhadap sistem? Apakah hasil usaha yang mereka informasikan berguna untuk mereka? Apakah dukungan publik yang memungkinkan lembaga kesehatan masyarakat mengakses informasi kesehatan pribadi untuk keperluan surveilans?
Dapat diterima (acceptability), merupakan refleksi dari individu atau perorangan dan organisasi atau unit untuk ikut serta dalam sistem surveilans.
Acceptability reflects the willingness of individuals and organizations to participate in the surveillance system.
Penerimaan mencerminkan kemauan individu dan organisasi untuk berpartisipasi dalam sistem pengawasan.
Methods
In terms of evaluating a surveillance system, acceptability refers to the willingness to use the system by: a) persons outside the sponsoring agency, e.g., those who are asked to do something for the system and b) persons in the sponsoring agency that operates the system. To assess acceptability, one must consider the points of interaction between the system and its participants (Figure 1), including persons with the condition and those reporting cases.
Metode
Dalam hal mengevaluasi sistem pengawasan, penerimaan mengacu pada kesediaan untuk menggunakan sistem dengan: a) orang luar badan sponsor, misalnya, mereka yang diminta untuk melakukan sesuatu untuk sistem dan b) orang di kantor yang mengoperasikan sistem. Untuk menilai akseptabilitas, kita harus mempertimbangkan poin interaksi antara sistem dan peserta termasuk orang-orang dengan kondisi dan kasus-kasus pelaporan.
Quantitative indicators of acceptability include:
a. Subject or agency participation rates
b. If participation is high, how quickly it was achieved
c. Interview completion rates and question refusal rates (if the system involves interviews with subjects)
d. Completeness of report forms
e. Physician, laboratory, or hospital/facility reporting rates
f. Timeliness of reporting.
Some of these measures may be obtained from a review of surveillance report forms, while others would require special studies or surveys.
Indikator kuantitatif penerimaan meliputi:
a. Tingkat partisipasi Subyek atau lembaga
b. Jika partisipasi tinggi, seberapa cepat dicapai
c. Wawancara selesai tarif dan tingkat penolakan pertanyaan (jika sistem melibatkan wawancara dengan subjek)
d. Kelengkapan formulir laporan
e. Dokter, laboratorium, atau rumah sakit / fasilitas pelaporan tingkat
f. Ketepatan waktu pelaporan.
Beberapa langkah-langkah dapat diperoleh dari penelaahan terhadap bentuk laporan pengawasan, sementara yang lain akan memerlukan studi khusus atau survei.
Acceptability is a largely subjective attribute that encompasses the willingness of persons on whom the system depends to provide accurate, consistent, complete, and timely data. Some factors influencing the acceptability of a particular system are:
a. The public health importance of the health event
b. Recognition by the system of the individual's contribution
c. Responsiveness of the system to suggestions or comments
d. Time burden relative to available time
e. Federal and state legislative restrictions on data collection and assurance of confidentiality
f. Federal and state legislative requirements for reporting
Penerimaan adalah sebagian besar atribut subjektif yang meliputi kesediaan orang kepada siapa sistem tersebut tergantung untuk menyediakan data yang akurat, yang konsisten, lengkap, dan tepat waktu. Beberapa faktor yang mempengaruhi penerimaan sistem tertentu adalah:
a. Pentingnya kesehatan masyarakat dari peristiwa kesehatan
b. Pengakuan oleh sistem dari kontribusi individu
c. Respon sistem untuk saran atau komentar
d. Waktu relatif terhadap waktu yang tersedia beban
e. Legislatif negara bagian dan federal pembatasan terhadap pengumpulan data dan jaminan kerahasiaan
f. Legislatif negara bagian dan federal persyaratan untuk pelaporan
a. Pentingnya kesehatan masyarakat dari peristiwa kesehatan
b. Pengakuan oleh sistem dari kontribusi individu
c. Respon sistem untuk saran atau komentar
d. Waktu relatif terhadap waktu yang tersedia beban
e. Legislatif negara bagian dan federal pembatasan terhadap pengumpulan data dan jaminan kerahasiaan
f. Legislatif negara bagian dan federal persyaratan untuk pelaporan
(sumber: http://www.cdc.gov/mmwr/preview/mmwrhtml/00001769.htm)
Acceptability: this refers to the willingness of individual and organizations to participate in the surveillance system. Obviously, this is a critical characteristic of all surveillance system.
Penerimaan: ini mengacu pada kesediaan individu dan organisasi untuk berpartisipasi dalam sistem pengawasan. Jelas, ini adalah karakteristik penting dari semua sistem surveilans.
(sumber : Kenrad E. Nelson and Frangiscos Sifakis diakses http://www.jblearning.com/samples/0763728799/28799_CH04_117_144.pdf)
Acceptability: Health care facilities can be chosen for system implementation where there is a commitment and willingness to participate.
Penerimaan: Fasilitas perawatan kesehatan dapat dipilih untuk penerapan sistem dimana terdapat komitmen dan kemauan untuk berpartisipasi.
( sumber: http://www.paho.org/english/ad/dpc/cd/flu-snl-gpis.pdf)
Langganan:
Postingan (Atom)






















