Kamis, 15 Maret 2012

ATRIBUT SURVEILANS EPIDEMIOLOGI “ACCEPTABILITY”

Acceptability (Dapat diterima/Penerimaan)


To what extent are participants in a surveillance system enthusiastic about the system? Does their effort yield information that is useful to them? Does the public support allowing public health agencies access to personal health information for surveillance purposes?

Sejauh mana partisipan dalam sistem surveilans antusias terhadap sistem? Apakah hasil usaha yang mereka informasikan berguna untuk mereka? Apakah dukungan publik yang memungkinkan lembaga kesehatan masyarakat mengakses informasi kesehatan pribadi untuk keperluan surveilans?


Dapat diterima (acceptability), merupakan refleksi dari individu atau perorangan dan organisasi atau unit untuk ikut serta dalam sistem surveilans. 
Acceptability reflects the willingness of individuals and organizations to participate in the surveillance system.
Penerimaan mencerminkan kemauan individu dan organisasi untuk berpartisipasi dalam sistem pengawasan.
Methods
In terms of evaluating a surveillance system, acceptability refers to the willingness to use the system by: a) persons outside the sponsoring agency, e.g., those who are asked to do something for the system and b) persons in the sponsoring agency that operates the system. To assess acceptability, one must consider the points of interaction between the system and its participants (Figure 1), including persons with the condition and those reporting cases.
Metode

Dalam hal mengevaluasi sistem pengawasan, penerimaan mengacu pada kesediaan untuk menggunakan sistem dengan: a) orang luar badan sponsor, misalnya, mereka yang diminta untuk melakukan sesuatu untuk sistem dan b) orang di kantor yang mengoperasikan sistem. Untuk menilai akseptabilitas, kita harus mempertimbangkan poin interaksi antara sistem dan peserta termasuk orang-orang dengan kondisi dan kasus-kasus pelaporan.
Quantitative indicators of acceptability include:
a.      Subject or agency participation rates
b.      If participation is high, how quickly it was achieved
c.       Interview completion rates and question refusal rates (if the system involves interviews with subjects)
d.      Completeness of report forms
e.       Physician, laboratory, or hospital/facility reporting rates
f.        Timeliness of reporting.
 Some of these measures may be obtained from a review of surveillance report forms, while others would require special studies or surveys.
Indikator kuantitatif penerimaan meliputi:

a.       Tingkat partisipasi Subyek atau lembaga
b.      Jika partisipasi tinggi, seberapa cepat dicapai
c.        Wawancara selesai tarif dan tingkat penolakan pertanyaan (jika sistem melibatkan wawancara dengan subjek)
d.      Kelengkapan formulir laporan
e.       Dokter, laboratorium, atau rumah sakit / fasilitas pelaporan tingkat
f.       Ketepatan waktu pelaporan.

 Beberapa langkah-langkah dapat diperoleh dari penelaahan terhadap bentuk laporan pengawasan, sementara yang lain akan memerlukan studi khusus atau survei.

            Acceptability is a largely subjective attribute that encompasses the willingness of persons on whom the system depends to provide accurate, consistent, complete, and timely data. Some factors influencing the acceptability of a particular system are:
a.      The public health importance of the health event
b.      Recognition by the system of the individual's contribution
c.       Responsiveness of the system to suggestions or comments
d.      Time burden relative to available time
e.       Federal and state legislative restrictions on data collection and assurance of confidentiality
f.        Federal and state legislative requirements for reporting
Penerimaan adalah sebagian besar atribut subjektif yang meliputi kesediaan orang kepada siapa sistem tersebut tergantung untuk menyediakan data yang akurat, yang konsisten, lengkap, dan tepat waktu. Beberapa faktor yang mempengaruhi penerimaan sistem tertentu adalah:
a. Pentingnya kesehatan masyarakat dari peristiwa kesehatan
b. Pengakuan oleh sistem dari kontribusi individu
c. Respon sistem untuk saran atau komentar
d. Waktu relatif terhadap waktu yang tersedia beban
e.
Legislatif negara bagian dan federal pembatasan terhadap pengumpulan data dan jaminan kerahasiaan
f.
Legislatif negara bagian dan federal persyaratan untuk pelaporan
(sumber: http://www.cdc.gov/mmwr/preview/mmwrhtml/00001769.htm)
                    Acceptability: this refers to the willingness of individual and organizations to participate in the surveillance system. Obviously, this is a critical characteristic of all surveillance system.
Penerimaan: ini mengacu pada kesediaan individu dan organisasi untuk berpartisipasi dalam sistem pengawasan. Jelas, ini adalah karakteristik penting dari semua sistem surveilans.
(sumber : Kenrad E. Nelson and Frangiscos Sifakis diakses http://www.jblearning.com/samples/0763728799/28799_CH04_117_144.pdf)
Acceptability: Health care facilities can be chosen for system implementation where there is a commitment and willingness to participate.
Penerimaan: Fasilitas perawatan kesehatan dapat dipilih untuk penerapan sistem dimana terdapat komitmen dan kemauan untuk berpartisipasi.
 ( sumber: http://www.paho.org/english/ad/dpc/cd/flu-snl-gpis.pdf)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar