Senin, 23 Juni 2014

MEDICAL ENTOMOLOGY


 PENDAHULUAN
  Entomologi kedokteran adalah ilmu yang mempelajari tentang serangga dan hewan sejenis seperti tungau, caplak dan laba-laba dalam hubungannya dengan kesehatan manusia.
  Entomologi kedokteran selain mencakup kesehatan manusia juga kesehatan hewan.
  Saat ini perkembangan ilmu dan teknologi di bidang kedokteran telah melaju dengan sangat pesat seiring dengan meningkatnya populasi manusia dan berkembangnya penyakit-penyakit yang ditularkan oleh serangga.
TUJUAN
Tujuan dari entomologi kedokteran manusia dan hewan adalah untuk mengendalikan, mencegah, dan bila mungkin mengeradikasi arthropada yang berhubungan dengan penyakit manusia dan hewan. Pepatah tua: “pencegahan lebih baik dari pengendalian atau pengobatan” sangat berarti untuk banyak tipe penyakit pada manusia dan hewan seperti malaria, demam berdarah dan tifus.
SEJARAH
Sejak zaman Firaun  raja Mesir sekitar tahun 1491 sebelum Masehi sebagaimana tertulis dalam Kitab Keluaran 8:16-24. “ … kutu-kutu manusia itu hinggap pada manusia dan pada binatang. Segala debu tanah menjadi kutu di seluruh tanah Mesir “ (Keluaran 8:17).  .. Tuhan berbuat demikian maka datanglah banyak pikat ke dalam istana Firaun dan  ke dalam rumah pegawai-pegawai dan ke seluruh tanah Mesir, negeri itu menderita karena pikat itu” (Keluaran 8:24).
Penyakit yang dikenal dengan mati hitam (black death) atau dikenal dengan nama wabah bubonik (bubonic plague) merupakan salah satu jenis wabah penyakit  yang menyerang di hampir seluruh bagian Eropa pada tahun 1347 yang menyebabkan ketakutan besar dan kematian.
Sejak tahun 1577, Mercurialis menyatakan keyakinannya bahwa lalat dapat menularkan penyakit dari tubuh orang sakit atau yang sudah meninggal ke makanan orang lain. Pada tahun 1587, seorang Brazil bernama Gabriel Soares de Souza menyatakan bahwa lalat mengisap racun dari penyakit yaw (Framboesia tropica)  dan meninggalkannya pada luka dari orang sehat
Penemuan mikroskop terutama oleh Antony van Leeunwenhoek pada pertengahan abad ke 17 dengan pembesaran sampai 200 kali sehingga dapat melihat mikroorganisme seperti protozoa dan bakteri telah membuka era baru bagi mikrobiologi Pada tahun 1769 Edward Bancroft mengemukakan teori yang sama seperti yang telah disampaikan oleh de Souza dan pada tahun  1907 Castellani membuktikan secara benar  penemuan tersebut dengan mendemonstrasikan bahwa lalat  menularkan penyakit Trepanosoma pertenue sebagai agen penyebab penyakit yaw
Pada tahun 1878, Patrick Manson menemukan nematoda, Wuchereria bancrofti dalam tubuh nyamuk, Culex pipiens quinquefasciatus, yang kemudian bersama dengan para ahli lainnya membuktikan bahwa nyamuk ini merupakan vektor dari penyakit filariasis pada manusia.Pada tahun 1880, Laveran menemukan penyebab penyakit malaria pada manusia yaitu Plasmodium malariae yang hidup sebagai parasit dalam sel darah merah manusia.
Pada tahun 1880, Carlos Finlay mengemukakan suatu teori bahwa penyakit demam kuning ditularkan oleh nyamuk dan teori ini kemudian dibuktikan oleh Komisi Demam Kuning Amerika Serikat pada tahun 1900 bahwa sesungguhnya nyamuk Aedes aegypti adalah vektor utama dari demam kuning.
Pada abad ke 20 semakin banyak jenis serangga yang ditemukan berperan penting terhadap penyebaran penyakit manusia maupun hewan seperti diantaranya adalah chaga, trypanosomiasis, penyakit tidur, tularemia, onchocerciasis, demam berdarah,  encephalitis, chikungunya dan berbagai jenis penyakit virus lainnya.
KLASIFIKASI
LIMA KELAS FILUM ARTHROPODA
1.KELAS ARACHNIDA
Kelas Arachnida (arachnids): labah-labah (spiders), skorpion, tungau (ticks, mites), etc.
Ciri- Ciri khas:
  2 segmen tubuh - cephalothorax dan abdomen
  8 kali (4 pasang)
  1 pasang chelicerae
  Tanpa  antena
2. KELAS CHILOPODA
Kelas  Chilopoda ( Lipan= kelabang centipedes)
Ciri khas:
  Memiliki banyak segmen tubuh
  1 psg kaki per segment  & 1 psg antena
  Kaki pasangan pertama dimodifikasi menjadi alat penghasil venom atau racun (venomous “fangs”)
3. KELAS CRUSTACEA
Kelas Crustacea (crustaceans): kepiting, udang, barnacles, etc.
Ciri khas:
  Memiliki beberapa segmen tubuh – kepala, thorax dan abdomen
  Segmen tubuh dapat menyatu
  Jumlah kaki bervariasi
  2 psg antena
4. KELAS DIPLOPODA
Kelas Diplopoda (keluing= kongkorian millipedes)
Ciri khas:
  Memiliki banyak segmen tubuh
  2 pasang kaki per segmen tubuh
  1 pasang antenna
5. KELAS HEXAPODA
Kelas Hexapoda (Insecta) (Insects); kumbang,kepik, tawon, kupu2, ngengat, nyamuk, lalat,dll
Ciri-Ciri khas:
  Tubuh terbungkus oleh lapisan keras disebut integument
  Tubuh bersegmen tiga (kepala, toraks dan abdomen)
  Bentuk dewasa memiliki 6 kaki (3 pasang) namun ada yang tidak berkaki (beberapa larva lalat)
  Biasanya memiliki satu pasang antena, dan 1 psg mata majemuk
  Alat-alat mulut bervariasi (mengunyah, menusuk, mengisap dll
  Ada yang tanpa sayap dan ada yang  bersayap (2 atau 4 sayap)
  Sistem pencernaan makanan seperti tabung
  Sistem peredaran darah terbuka


DASAR PENGKLASIFIKASIAN SERANGGA
Klasifikasi serangga didasarkan pada:
  1. Bentuk metamorfosis
  2. Ada tidaknya sayap/jumlah sayap
  3. Venasi sayap
  4. Tipe antena, alat-alat mulut
  5. Struktur unit-unit tungkai
  6. Bentuk alat reproduksi
  7. Ada tidaknya struktur atau tonjolan tertentu pada baqgian tubuh (seta, duri, dll)
Serangga terbagi dalam dua subkelas:
A.SERANGGA SUB KELAS APTERYGOTA
Apterygota – Tidak Bersayap dan tidak bermetamorfosa (ametabola)
          1. Ordo Thysanura (Gegat = perak2)
          2. Ordo Archaeognatha (Ekor berduri)
          3. Ordo Diplura (Ekor bulu)
          4. Ordo Protura
          5. Ordo Collembola (Ekor pegas).
B. SERANGGA SUB-KELAS PTERYGOTA
Pterygota, serangga bersayap dan terbagi dalam dua kelompok yaitu:
1. Eksopterygota – Metamorfosasederhana atau tidak sempurna
2. Endoterygota – Metamorfosa lengkap atau sempurna
Ordo-ordo kelompok Eksopterygota :
6. Ordo Ephemeroptera (Lalat sehari)
7. Ordo Odonata (Capung/sibar-sibar, capung jarum)
8. Ordo Plecoptera (Lalat batu)
9. Ordo Blattodea = Dictyoptera (Kecoak, kakerlak)
10. Ordo Isoptera (Rayap)
11. Ordo Mantodea (Belalang sembah)
12. Ordo Grylloblattodea (Anjing tanah)
13. Ordo Orthoptera (Jengkerik dan belalang)
14. Ordo Phasmatodea (Serangga kayu)
15. Ordo Matophasmatodea (Gladiator)
16. Ordo Dermaptera (Cocopet)
17. Ordo Embioptera
18. Ordo Zoraptera
19. Ordo Psocoptera
20. Ordo Mallophaga* (kutu penggigit)
21. Ordo Siphunculata= Anoplura * (kutu pengisap)
22. Ordo Hemiptera* (kepik )
23. Ordo Thysanoptera (thrips)
Ordo-ordo Endopterygota
25. Ordo Neuroptera (Sayap jala, undur-undur)
26. Ordo Mecoptera (Mekoptera)
27. Ordo Lepidoptera (Kupu-kupu dan ngengat)
28. Ordo Trichoptera (Pita-pita)
29. Ordo Diptera (Nyamuk dan lalat)
30. Ordo Siphonatera (Pinjal)
31. Ordo Hymenoptera (Tawon, lebah, semut)
32. Ordo Coleoptera (Kumbang)
33. Ordo Strepsiptera
Ordo-ordo serangga  yang berhubungan dgn kesehatan manusia
  Ordo Orthoptera (Belalang, Kecoak)
  Ordo Hemiptera (Kepik Busuk, Kutu Busuk)
  Ordo Diptera (Nyamuk Dan Lalat)
  Ordo Anoplura (Kutu Pengisap)
  Ordo  Mallophaga (Kutu Penggigit)
  Ordo Siphonoptera (Pinjal)
  Ordo Hymenoptera (Semut, Tawon)
  Ordo Coleoptera (Kumbang)

Cara Serangga Mengganggu atau Menyakiti Manusia
  Menggigit
  Menggaruk
  Mengisap darah
  Menusuk

TIPE-TIPE ALAT MULUT SERANGGA
  1. Tipe memotong menyerap dari lalat kuda
  1. Tipe menyerap dari lalat rumah
  1. Tipe sedotan dari kupu-kupu
  1. Tipe menusuk dan mengisap dari nyamuk
  1. Tipe menusuk dan mengisap dari Cicada
  2.  Tipe mengunyah  dan menelan dari  lebah

Alat-Alat Mulut  Serangga
Terdapat 4  alat mulut utama yaitu labrum, mandible, maxilla dan labium.
  • Labrum adalah sklerit sederhana yang menyatu sering disebut bibir atas dan bergwerak secara longitudinal. Labrum menggantung pada clypeus.
  • Mandible, atau jaw (rahang), bersklerotisasi tinggi dan merupakan struktur yang berpasangan: untuk menggigit, mengunyah, mengisap, menusuk dll.
  • Maxilla adalah struktur yang berpasangan dan memiliki palpus bersegmen.
  • Labium (terkadang disebut bibir bawah), adalah struktur yang berfusi yang bergerak secara longitudinal dan memiliki satu pasang palpus yang bersegmen.

Alat-alat mulut bentuk Haustellate terutama digunakan untuk mengisap cairan dan dapat dibagi dalam 2 kelompok yaitu yang memiliki stilet (stylets) dan tanpa stilet.
  Stilet (Stylets) adalah alat proyeksi seperti jarum yang digunakan untuk mengpenetrasi jaringan tanaman dan hewan.
  Modifikasi pada mandibles, maxilla, and hypopharynx membentuk stilet dan tabung pengisap.
Sesudah menusuk jaringan yang keras (solid) alat mulut yang sudah dimodifikasi mengisap cairan dari inang
Modifikasi tipe2 alat mulut haustellate serangga :
a.       Memotong-menyerap (cutting and sponging) – lalat kuda
b.      Menyerap (sponging) – lalat rumah
c.       Menyedot (siphoning) – kupu-kupu
d.      i. Merobek-mengisap (piercing –sucking) – nyamuk
ii. Merobek-mengisap – cicada (rie-rie)
e.   Mengunyah-menelan (chewing-lapping) –lebah madu
f.    Menusuk-mengisap (rasping-sucking) - kepik           

A.    Tipe Alat Mulut Menusuk Mengisap
Digunakan untuk mempenetrasi jaringan yangkeras  dan kemudian mengisap cairan inang.
Contoh:
a.   Rie-Rie (Cicadas) ordo Homoptera ,
b.   kutu daun (aphids), kepik (ordo Hemiptera),
c.   kutu pengisap (sucking lice) (ordo Phthiraptera),
d.   lalat kandang (stable flies) (Ordo Diptera)
e.   nyamuk ( mosquitoes) (ordo Diptera).

B.     Tipe Alat Mulut Menyedot
Penyedotan (Siphoning),alat mulut tanpa stilet dan digunakan untuk menyedot cairan.
Contoh: 
a.       Kupu-Kupu (Butterflies),
b.      Ngengat (moths)(ordo Lepidoptera),
c.       Lebah (ordo Hymenoptera).
d.      Larva Lepidoptera memiliki alat mulut untuk mengunyah.

C.     Tipe Alat Mulut Penyerap
Alat mulut bentuk penyerap (Spongingmouthparts) digunakan untuk menyerap dan mengisap cairan.
Contoh: Lalat rumah (House flies) (ordo Diptera). 

PERAN SERANGGA
Sebagai Agen Langsung
1. Entomofobia (Entomophobia)
2. Pengganggu Ketentraman (Annoyance)
3. Kehilangan Darah (Blood loss)
4. Envenomisasi (Envenomization)
5. Dermatosis (Dermatosis)
6. Myiasis (Myiasis)
7. Alergi (Allergy)
8. Penyakit Mata (Eye Disease)
9. Parasit (Parasite)
Sebagai Agen Tidak Langsung /Vektor penyakit
1. Pembawa mekanik (Mechanical carriers)
2. Vektor obligat  (Obligatory vectors)
3. Inang antara (Intermediate hosts)
4. Pembawa phoretik (Phoretic carriers)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar